Polresta Malang Kota Peduli Generasi Muda: Kasat Binmas Sosialisasi Bahaya HIV, Seks Bebas, dan Kenakalan Remaja

KOTA MALANG — Upaya membangun kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap kesehatan dan perilaku sosial, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polresta Malang Kota sosialisasi penyadaran terhadap HIV, seks bebas dan kenakalan remaja kepada anggota OSIS SMP Negeri 14 dan SMP Negeri 24 Kota Malang, di Aula Kelurahan Pandanwangi, Jl. Simpang Teluk Grajagan.

Sebagai pemateri Utama, Kasat Binmas Polresta Malang Kota, Kompol Liliek Isti Setyaningsih, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Pandanwangi, Aipda Anjar Susilo, serta menghadirkan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pandanwangi sebagai narasumber pendamping.

kehadiran Kompol Liliek bagian dari komitmen Polresta Malang Kota mewujudkan Polri Untuk Masyarakat, Polri Peduli Kesehatan, Polri Peduli Generasi Muda, serta Polri Peduli Pendidikan dan Literasi.

“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar sejak dini agar memahami bahaya HIV/AIDS, dampak dari seks bebas, dan kenakalan remaja”. ujar Kompol Liliek.

Pencegahan dini sebelum masalah sosial berkembang dengan edukasi seperti ini penting agar remaja memiliki benteng moral dan pengetahuan yang cukup untuk menghindari perilaku berisiko.

Selama kegiatan berlangsung, Kompol Liliek memaparkan sejumlah materi edukatif, antara lain:
1. Pengertian dan cara penularan HIV/AIDS,
2. Dampak medis dan sosial akibat perilaku seks bebas,
3. Konsekuensi hukum dari tindakan kenakalan remaja seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba,
4. Serta pentingnya pendidikan karakter dan literasi digital bagi pelajar di era teknologi.

Didampingi Aipda Anjar Susilo, Kompol Liliek juga mengajak para siswa agar bijak dalam bergaul, menggunakan media sosial secara positif, serta menolak ajakan yang mengarah pada perilaku menyimpang.

Aipda Anjar menekankan bahwa anggota OSIS memiliki peran penting sebagai teladan dan penggerak disiplin di sekolah.

“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai pembina dan pelindung masyarakat, termasuk generasi muda yang merupakan aset bangsa,”
Dari pihak kelurahan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pandanwangi turut memberikan materi tentang pemberdayaan remaja dan peran keluarga dalam pengawasan anak, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam membina generasi muda.

HIV/AIDS dan perilaku seks bebas dapat menimbulkan dampak serius, tidak hanya terhadap kesehatan fisik, tetapi juga terhadap masa depan pelajar.

“Penyakit ini bisa menghancurkan cita-cita dan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai dari kesadaran diri dan lingkungan sekolah,” tegasnya.

Selain itu, kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan pelanggaran norma sosial juga berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bila tidak diantisipasi sejak dini.
Peserta yang aktif berdialog dan menyampaikan pertanyaan seputar pergaulan remaja, dampak HIV, serta cara menghindari perilaku berisiko.

Menutup kegiatan, Kompol Liliek menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Polri, sekolah, dan pemerintah kelurahan dapat terus diperkuat.

“Kegiatan seperti ini akan kami lanjutkan secara berkala. Kami ingin generasi muda Kota Malang tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Edukasi adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masa depan bangsa,” pungkasnya.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari program pembinaan masyarakat Polresta Malang Kota yang menekankan pendekatan humanis, preventif, dan kolaboratif, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam membangun kehidupan yang aman, sehat, dan produktif.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments